FXOpen Broker

10+ years’
experience in FX

VISIT WEBSITE

Trading Accounts

ECN, STP,
Micro, Crypto

START TRADING

Free Demo

Practice Forex trading
risk free

OPEN DEMO ACCOUNT

PAMM Technology

Become a Master
or a Follower

JOIN PAMM SERVICE
Page 10 of 10 FirstFirst ... 678910
Results 136 to 144 of 144

Thread: Info Seputar Virus Corona - Covid-19

  1. #136
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,830
    Thanks
    1,458
    Thanked 1,058 Times in 777 Posts

    Default

    Berita Terkini Covid-19 Global: Indonesia Telah Langkahi Peru Malam Ini



    Sejumlah anggota komunitas Transjakarta melakukan sosialisai dengan berpenampilan "Manusia COVID" di Halte Transjakarta Harmoni, Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020. "Manusia COVID" ini mengenakan baju hazmat yang di desain menyerupai virus dan membawa poster yang berisikan data terbaru jumlah kasus Covid-19 di Jakarta. TEMPO/Muhammad Hidayat




    TEMPO.CO, Jakarta - Tambahan lebih dari 9 ribu kasus baru pada hari ini, Kamis 18 Februari 2021, membuat posisi Indonesia memanjat satu posisi lebih tinggi dalam peta negara-negara penyumbang kasus Covid-19 di dunia. Indonesia kini bertukar posisi dengan Peru di posisi 18 dan 19.

    Berdasarkan data real-time yang dikumpulkan Johns Hopkins University, AS, jumlah kasus Covid-19 yang telah dilaporkan Peru sebanyak 1.252.137 per malam ini. Bandingkan dengan Indonesia yang sebanyak 1.252.685. Padahal, saat Indonesia baru menembus angka sejuta kasus pada akhir Januari lalu, jaraknya dari Peru lebih dari 10 ribu kasus.
    [X]


    Peru, menurut Johns Hopkins University, sepanjang seminggu ke belakang, memiliki data rata-rata penambahan kasus baru harian sebesar 6.850. Sedang di Indonesia, data yang sama menunjuk angka lebih dari 8 ribu. Ini artinya, jika laju penambahan tak berubah, Peru pun akan segera ditinggalkan dan jumlah kasus Covid-19 Indonesia bakal segera mendekati anak tangga berikutnya.

    Tepat di atas Indonesia dan Peru saat ini adalah Ukraina yang telah melaporkan 1.333.332 kasus. Sedang negara dengan penyumbang terbesar adalah Amerika Serikat dengan 27,8 juta kasus.

    Total kasus Covid-19 global per saat ini dilaporkan telah tembus 110 juta. Angka kematiannya telah sebanyak 2,4 juta jiwa dengan Amerika yang juga menyumbang terbanyak yakni lebih dari 490 ribu. Adapun Indonesia dan Peru masing-masing telah melaporkan kasus kematian Covid-19 sebanyak 33.969 dan 44.308 jiwa.

    Sumber: tempo.co

  2. #137
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,830
    Thanks
    1,458
    Thanked 1,058 Times in 777 Posts

    Default

    Keluhkan Sesak, Direktur STIK Tamalatea Meninggal Dunia


    KabarMakassar.com -- Direktur Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Tamalatea, Dr Eha Soemantri, tutup usia pasca menerima perawatan intensif di ruang ICU RSUD Wahidin Sudirohusodo selama 8 hari, Jumat (19/2). Hal ini dibenarkan oleh Humas RSUD Wahidin Sudirohusodo Aulia Yamin.

    "Benar Mba," ungkapnya saat dikonfirmasi Tim KabarMakassar.com, Sabtu (20/2).

    Diketahui, Eha sempat mengeluhkan sesak napas dan batuk. Almarhumah sempat mendapatkan perawatan di Rs Pelamonia Makassar sebelum dirujuk ke RSUD Wahidin.

    "Beliau masuk tanggal 11 Februari dirujuk dari RS Pelamonia," beber Aulia.

    Aulia memastikan hasil tes PCR Eha dinyatakan negatif terpapar Covid-19.

    "Hasil swab terakhir negatif mba. Jenazah dibawa pulang oleh keluarga," terangnya.

    Sebelumnya, Direktur STIK Tamalatea, Dr Eha Soemantri diketahui telah melakukan vaksinasi Covid-19. Bahkan Ia telah menyempurnakan vaksinasi dosis keduanya.

    Pada vaksinasi bersama Forkopimda, ia menyampaikan tidak merasakan adanya gejala pasca melakukan vaksinasi Covid-19. Ia bahkan memastikan vaksin Covid-19 Jenis Sinovac aman dan halal pada pencanangan vaksin perdana Sulsel yang lalu.

    Sumber: kabarmakassar

  3. #138
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,830
    Thanks
    1,458
    Thanked 1,058 Times in 777 Posts

    Default

    Habibie Center: Ada Politisasi & Sentrasilasi Atasi Pandemi



    Ilustrasi. Bila negara lain solid menangani Covid-19, analisa The Habibie Center justru menemukan di Indonesia muncul politisasi dan sentralisasi dalam mengatasi wabah. (Foto: ANTARA FOTO/FB Anggoro)



    Jakarta, CNN Indonesia --

    The Habibie Center menemukan indikasi politisasi dan sentralisasi kekuasaan dalam penanganan pandemi Covid-19 antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah di Indonesia.

    Hal tersebut didapat melalui analisa yang dilakukan sepanjang Agustus-Desember 2020.

    "Kami lihat ada politisasi dan sentralisasi kekuasaan. Politisasi ini menarik, di berbagai negara semua elemen, pusat, daerah itu solid menangani Covid-19," kata peneliti The Habibie Center Sopar Peranto dalam diskusi virtual yang digelar Senin (22/2).

    "Namun yang ditemui di lapangan [di Indonesia] ada tarik-menarik kepentingan bagi pusat dan daerah soal penanganan Covid-19," sambung dia.
    Lihat juga: Survei: Banyak Orang Anggap Covid-19 Rekayasa dan Konspirasi

    Mengutip dokumen analisa, The Habibie Center mengungkap, penanganan Covid-19 yang cenderung lambat karena kurangnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah, terutama pada masa awal wabah. Kondisi ini salah satunya tercermin dari tarik-ulur kebijakan lockdown atau penguncian wilayah.

    Penelitian membeberkan, pada awal pandemi, sejumlah kepala daerah seperti Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil dan, Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menginginkan lockdown di wilayahnya.

    Namun pemerintah pusat justru memunculkan terminologi lain melalui kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang disebut mengacu pada Undang-Undang tentang Kekarantinaan Kesehatan.

    Soal itu, The Habibie Center turut menyinggung ketiga kepala daerah yang memiliki gagasan berbeda dengan pusat itu merupakan sosok yang sering muncul sebagai calon kuat pemilihan presiden 2024. Sementara kemampuan mengelola krisis selama pandemi Covid-19, menurut The Habibie Center, salah satu hal yang dinilai bisa menjadi 'insentif' elektoral yang tinggi.

    Lihat juga: Jokowi Diprediksi Menang Lagi Jika Ikut Pilpres 2024

    Penelitian juga menyorot indikasi sentralisasi yang ditunjukkan melalui sejumlah peraturan perundang-undangan yang dianggap memperkuat eksekutif. Salah satu yang jadi polemik dan disahkan di tengah pandemi Covid-19 ini adalah Omnibus UU Law Cipta Kerja.

    Analisis The Habibie Center menyebut UU Cipta Kerja menuai kritik, salah satunya karena berpotensi memperkuat kekuasaan pemerintah pusat dari sisi ekonomi dan investasi. Kebijakan ini pun dinilai kontraproduktif dengan semangat desentralisasi.
    Infografis perjalanan sejuta kasus Covid-19 di IndonesiaInfografis perjalanan sejuta kasus Covid-19 di Indonesia. (CNN Indonesia/Fajrian)
    Pelibatan Polri dan Tentara

    Sorotan lain terkait pembatasan kebebasan berpendapat yang dinilai meningkat selama pandemi Covid-19. Penelitian mendapati UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) masih sering digunakan untuk membungkam kelompok yang mengkritik pemerintah.

    Studi lebih lanjut menjabarkan pada Maret 2020, 51 orang ditangkap karena dituduh menyebarkan hoaks terkait Covid-19. Sebanyak 38 akun media sosial diblokir karena tudingan serupa. Sementara tiga orang di Jakarta Utara ditangkap karena menyebarkan informasi kasus corona di daerah tersebut dan tiga orang lain ditangkap karena menyebarkan berita penutupan jalan tol akibat Covid-19.

    Sopar pun mengatakan, penindakan melalui jalur hukum ataupun penggunaan aparat kepolisian menunjukkan penggunaan cara apapun asalkan untuk penanganan pandemi Covid-19, direstui pemerintah.

    "Bagaimana pemerintah menilai ini penting, ini seakan-akan tidak bisa diatasi melakukan kelembagaan demokratis," tutur Sopar.

    Lihat juga: Daftar Nama Anggota Tim Pengkaji Revisi UU ITE

    Penelitian juga menemukan pelibatan TNI/Polri yang masif dalam penanganan pandemi Covid-19. Sopar menyebut setidaknya ada 225 perwira militer yang masuk dalam struktur penanganan Covid-19. Banyak di antaranya menempati jabatan wakil ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di daerah.

    Hal tersebut diduga akibat sistem politik Indonesia yang menetapkan struktur komando teritorial TNI angkatan darat paralel dengan struktur pemerintahan sipil. Sehingga di tingkat daerah, perwira militer, khususnya dari angkatan darat, sering menjadi bagian forum pimpinan kolektif.

    Kekuatan aktor keamanan dan militer pun gencar dikerahkan dalam implementasi kebijakan penanganan Covid-19 dengan harapan dapat meningkatkan kepatuhan. Penelitian mencatat ada 340 ribu personel yang dikerahkan di 4 provinsi dan 24 kabupaten/kota untuk sosialisasi penerapan new normal pada Mei 2020.

    Lihat juga: Tahapan Pasien Positif Antigen Dirujuk ke RS Wisma Atlet

    Pada Juni 2020, DKI Jakarta mengerahkan 6.221 personel TNI dan 3.909 personel Polri untuk penanganan kepatuhan protokol kesehatan pencegahan Covid-19. Penelitian menilai, jumlah ini terhitung sangat besar dibanding operasi militer selain perang yang dilakukan TNI sebelumnya.

    "Yang jadi perhatian kami melihat fenomena ini seakan memperlihatkan pemerintah sangat ketergantungan politik jejaring aktor keamanan. Kalau nggak ada check and balance, evaluasi sesama, ini bisa meninggalkan jejak-jejak soal keterlibatan militer di lini sosial lainnya," tambah Sopar.

    Hampir setahun menjejak di Indonesia, wabah virus corona belum juga dapat dikendalikan. Kondisi ini ditunjukkan dengan masih banyaknya kasus tambahan harian infeksi virus corona (Covid-19). Sejak kasus pertama diumumkan pada awal Maret 2020 hingga Senin (22/2) kemarin, tercatat 1.288.833 kasus.

    Dari jumlah itu, sebanyak 157.148 orang di antaranya merupakan kasus aktif. Sementara 1.096.994 orang dinyatakan sembuh dan 34.691 orang meninggal dunia.

    Sumber: cnnindonesia

  4. #139
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,830
    Thanks
    1,458
    Thanked 1,058 Times in 777 Posts

    Default

    Studi CDC: Guru Berperan dalam Penyebaran Covid di Sekolah



    Ilustrasi aktivitas belajar di sekolah saat pandemi. (Foto: AP/Kim Dong-min)


    Jakarta, CNN Indonesia --

    Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat mengatakan guru berperan penting dalam penularan virus corona di sekolah.

    Pernyataan itu disampaikan terkait studi mengenai penggunaan masker dan penerapan jaga jarak yang terkadang tidak cukup untuk mencegah penyebaran Covid-19 di sekolah dasar di Georgia.

    Studi itu muncul setelah investigasi melibatkan sekitar 2.600 siswa dan 700 staf sekolah di Georgia. Hasil studi menunjukkan sembilan kelompok kasus Covid-19 melibatkan 13 guru dan 32 sekolah di enam sekolah dasar.

    Laporan CDC menemukan bahwa siswa yang duduk dengan jarak kurang dari satu meter dan tidak menggunakan masker dengan benar dalam beberapa kasus berkontribusi menyebarkan virus corona. Siswa yang makan siang di ruang kelas kian meningkatkan penyebaran Covid-19.
    Lihat juga: 3 Kakak Beradik Jadi Klaster Baru Covid-19 di Selandia Baru

    "Temuan ini menunjukkan bahwa guru berperan penting dalam penularan (virus corona) di sekolah dan hal itu dapat terjadi ketika jarak fisik dan kepatuhan penggunaan masker tidak optimal," tulis laporan itu seperti mengutip Reuters.

    Dalam Laporan Mingguan Morbiditas dan Kematian mengungkap jumlah transmisi melibatkan dua kelompok. Pertama kemungkinan penularan guru ke guru, kedua diikuti dengan penularan dari guru ke siswa di ruang kelas.

    Hasil penyelidikan mengungkap penularan virus corona dari guru memicu sekitar setengah dari 31 kasus yang menyebar di sekolah.

    Para peneliti dan lembaga yang terlibat dalam studi tersebut mengatakan ada sedikit bukti yang menunjukkan bahwa sekolah menjadi tempat penyebaran infeksi Covid-19 di Wisconsin.

    Penyebaran virus corona secara signifikan lebih rendah saat di dalam sekolah, dibandingkan penularan di komunitas sekitarnya.
    Lihat juga: Tak Semua Masker Bisa Dirangkap, Ikuti Anjurannya

    CDC mperingatkan studi ini memiliki sejumlah batasan, termasuk sulitnya menentukan apakah penularan virus corona di sekolah atau di luar komunitas lokal. Para peneliti juga mengatakan adanya tantangan dalam membedakan dua jenis penularan ketika rata-rata kasus corona di AS per 100 ribu orang melampaui 150 dalam sepekan.

    CDC berharap riset ini menjadi pertimbangan agar pendidik masuk dalam penerima vaksin Covid-19 sebagai langkah mitigasi tambahan.

    Data statistik mencatat AS hingga saat ini masih menjadi negara dengan kasus dan kematian tertinggi akibat Covid-19 di dunia. AS memiliki lebih dari 28 juta kasus dengan lebih dari 500 ribu kematian.

    Presiden Joe Biden mewajibkan penggunaan masker sebagai program 100 hari sejak ia menjabat. Biden juga menyatakan komitmennya untuk menekan laju penularan virus corona dengan melibatkan saran dari para ahli.

    Sumber: cnnindonesia

  5. #140
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,830
    Thanks
    1,458
    Thanked 1,058 Times in 777 Posts

    Default

    Ini 10 Negara Penyumbang Kasus Corona Mingguan Tertinggi Dunia, Termasuk RI



    Jakarta -

    Data laporan epidemiologi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan Indonesia masuk ke dalam 10 negara penyumbang kasus mingguan COVID-19 tertinggi di dunia. Indonesia melaporkan 60.650 kasus di pekan ini, menurut laporan WHO per 23 Februari.

    Meski begitu, WHO menyebut kasus Corona dunia menurun 11 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

    "Jumlah kasus baru global yang dilaporkan terus menurun selama enam minggu berturut-turut, dengan 2,4 juta kasus baru minggu lalu, turun 11 persen dibandingkan minggu sebelumnya," demikian laporannya, dikutip dari situs resmi WHO.

    Begitu juga dengan angka kematian COVID-19 dunia. Kasus baru kematian disebut WHO menurun selama tiga minggu berturut-turut, ada penurunan 20 persen dibandingkan pekan sebelumnya.

    "Ini menjadikan angka kumulatif global menjadi 110,7 juta kasus dan lebih dari 2,4 juta kematian sejak dimulainya pandemi," tulis WHO.

    Mana saja negara yang mencatat kasus COVID-19 mingguan tertinggi di dunia? Berikut daftarnya.
    Baca juga: Jabar 2.546 Kasus, Ini Sebaran 8.493 Kasus Baru COVID-19 RI 25 Februari

    Amerika: 480.467 kasus

    Brasil: 316.221 kasus

    Prancis: 131.179 kasus

    Rusia: 92.843 kasus

    India: 86.711 kasus

    Italia: 84.977 kasus

    Inggris: 78.569 kasus

    Czechia (Ceko): 65.160 kasus

    Indonesia: 60.650 kasus

    Iran: 55.208 kasus

    Sumber: detikcom

  6. #141
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,830
    Thanks
    1,458
    Thanked 1,058 Times in 777 Posts

    Default

    Setahun Pandemi Covid-19, Ini Cerita Para Penyintas



    Ilustrasi Covid-19 (Foto: iNews)


    JAKARTA, iNews.id - Pada tanggal 2 Maret 2021 tepat satu tahun virus Corona berada di Indonesia setelah tiga orang dalam satu keluarga di Depok dinyatakan Covid-19. Terdapat tiga orang menjadi pasien pertama. Bagaimana keadaan keluarga ketiga pasien Covid pertama itu saat ini? MNC mewawancarai pasien 01 Sita Tyasutami mengenai kondisi dirinya dan ibunya Maria Darmaningsih serta kakanya Ratri Anindyajati yang menjadi pasien 02 dan 03 Virus Corona.

    Sita mengenang dirinya saat petama kali mulai menjalani perawatan di rumah sakit Depok pada 27 Februari 2020. Kemudian dikirim ke RSPI Suroso 1 Maret dan Kemudian dinyatakan positif 2 Maret meski dia sakit Sejak 16 Februari. Setelah setahun keluar dari rumah sakit, dia mengaku terjadi efek samping akibat penyakit Covid-19. Dia mengaku pada akhir-akhir ini nafasnya terengah-engah dan kondisi badan lemas.
    "Selama sampai bulan Desember itu aku gada kenapa-kenapa, normal aja kesehatanku. Nah, Januari 2021 ini mulai lemas dan sakit sakitan lagi sampe berminggu-minggu," katanya, Senin (1/3/2021). Media Lawan Covid-19 : Aman di Rumah Setelah diperiksakan tempat alternatif akupuntur. Dokter diakupuntur menyebut darah pasien Covid19 seperti Sinta dan ibunya mengalami pengentalan. "Memang darah aku mengental banyak dari orang-orang yang kena Covid dan jadi penggumpalan darah dan aku emang ada itu," kata Sita.


    Dia mengaku, meski sakit yang diderita pada bulan Januari ini bukan Corona, dia mengaku penyakit yang saat ini diderita merupakan evek dari Corona sehingga tak dapat berbicara banyak. "Terus kalo ngomong banyak kaya sekarang telponan gitu. Aku juga ngos-gosan jadi stamina ku tidak kaya dulu lagi," ujarnya. Sita menyebut, meski terjadi perubahan fisik pada dirinya, namum sesuai keterangan dokter karena usia masih muda kondisinya akan membaik jika mengikuti pola hidup yang baik. "Karena aku masih muda kalo aku jaga kesehatan pola hidup sehat olahraga teratur, lama-lama kembali normal tapi yah sampe sekarang belum," ujarnya.. Hal yang sama juga terjadi pada ibunya Maria Darmaningsih yang merupakan pasien Covid 02. Sita menyebut keadaan ibunya sama seperti dirinya. Terjadi pengentalan darah, sering lelah dan bahkan menjadi pelupa. Media Lawan Covid-19 : Aman di Rumah "Dengar ampera atau antasari itu dia bisa lupa itu dimana? Ternyata menurut research kan memang ada beberapa dampak dari covid itu yaitu yang multy dimmer, pengentalan darah, pergumpalan darah, sama suka lupa gitu emang ada penelitianya," katanya. Beruntung ibunya Sita memiliki gaya hidup yang sehat dan tidak memiliki penyakit bawan. Lain halnya kondisi kesehayan yang dialami oleh pasien Covid 03 Ratri, Sita menyebut kakanya lebih baik dari dirinya dan ibunya. "Karena memang kakakku waktu kena covid itu bukan OTG tapi gejala ringan banget suhu tubuh 37 setengah dan gada apa-apanya dibandingin aku," tuturnya.

    Sumber: inews

  7. #142
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,830
    Thanks
    1,458
    Thanked 1,058 Times in 777 Posts

    Default

    WHO: Tidak Realistis Berpikir Dunia Bebas Covid-19 Akhir 2021





    Jakarta, CNN Indonesia -- Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan virus corona (SARS-CoV-2) tidak akan selesai pada akhir tahun ini. Direktur Kedaruratan WHO Michael Ryan mengungkapkan, yang mungkin bisa dilakukan untuk mengurangi 'sengatan' tragedi dan krisis Covid-19 saat ini adalah menekan tingkat rawat inap dan kematian.

    Tetapi dia menambahkan, virus ini kembali memberi peringatan. Mengingat jumlah kasus global melonjak khususnya dalam sepekan belakangan, setelah tujuh minggu berturut-turut sebelumnya sempat menurun.

    "Ini akan menjadi sangat prematur [menganggap virus segera berakhir] dan saya rasa tidak realistis untuk berpikir bahwa kita akan menyelesaikan pandemi ini pada akhir tahun," ungkap Ryan kepada wartawan dikutip dari AFP.

    "Tapi saya pikir, apa yang bisa kita selesaikan--jika kita cakap--adalah bagaimana memperbaiki sistem perawatan atau hospitality, mengendalikan tingkat kematian dan pelbagai tragedi yang berhubungan dengan pandemi ini," lanjut dia lagi.



    Ryan pun menuturkan, fokus WHO kini adalah menekan laju penularan virus corona tetap rendah demi membantu mengantisipasi munculnya varian baru, selain juga mengurangi jumlah orang yang sakit.

    Dia pun menambahkan, vaksinasi terhadap tenaga kesehatan dan petugas di garda terdepan yang paling rentan terpapar juga dipercaya mampu menepikan ketakutan akan tragedi pandemi.

    Sementara Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menginginkan vaksinasi tenaga kesehatan dilakukan di setiap negara dalam 100 hari pertama pada 2021--yang artinya kini tersisa sekitar 40 hari.
    infografis Penyakit Komorbid yang Boleh dan Tak Boleh Vaksinasi Covid-19Infografis Penyakit Komorbid yang Boleh dan Tak Boleh Vaksinasi Covid-19. (CNNIndonesia/Asfahan Yahsyi)
    Lihat juga: Tunangan Khashoggi Tuntut Pangeran Saudi Diganjar Hukuman

    Dia pun menyambut positif suntikan dosis pertama melalui pelbagai fasilitas vaksinasi global Covax, seperti di Ghana dan Pantai Gading. Tapi juga sekaligus mengkritik pemerataan perolehan jatah vaksin.

    "Sangat menggembirakan melihat petugas kesehatan di negara-negara berpenghasilan rendah mulai divaksinasi. Tetapi sangat disayangkan bahwa ini terjadi hampir tiga bulan, setelah beberapa negara terkaya memulai kampanye vaksinasi mereka," ungkap Tedros.

    Tedros juga menyesalkan sejumlah negara yang justru memprioritaskan vaksinasi Covid-19 untuk warga berusia muda ataupun orang dewasa dengan risiko penyakit yang lebih rendah, ketimbang ke tenaga kesehatan maupun warga lanjut usia (lansia). Tapi kekecewaan itu ia utarakan tanpa menyebut nama negara.

    Sumber: cnnindonesia.

  8. #143
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,830
    Thanks
    1,458
    Thanked 1,058 Times in 777 Posts

    Default

    Wamenkes Umumkan Varian Baru Virus Corona B117 Sudah Masuk ke Indonesia





    Suara.com - Setelah satu tahun diumumkannya kasus Covid-19 pertama masuk ke Indonesia pada 2 Maret 2020 lalu, Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes), Dante Saksono mengonfirmasi mutasi virus corona dari Inggris virus B117 masuk ke Indonesia. Hal itu dikatakannya, dalam Peringatan 1 Tahun Covid-19 Indonesia yang disiarkan Kemenristek/BRIN.

    Terhitung 2 Maret 2021, Satgas Covid-19 mencatat sebanyak 1.341.314 orang Indonesia yang terinfeksi, sebanyak 153.074 masih dalam perawatan, 1.151.915 orang sembuh, dan 36.325 jiwa meninggal dunia.
    Masuknya mutasi virus varian baru ini kemudian menimbulkan berbagai pertanyaan, termasuk apakah vaksinasi yang saat ini sedang dijalankan dapat efektif atau tidak.

    Menurut Ahli Epidemiologi Griffith University, dr. Dicky Budiman, terkait vaksin yang telah diberikan, harus diadakan penelitian lebih lanjut atau riset untuk mengetahui efektivitasnya terhadap strain virus B117. Riset tersebut juga digunakan untuk mengukur seberapa jauh pengaruh vaksin terhadap virus, karena kemungkinan tetap efektif, tetapi tidak sama seperti varian sebelumnya.

    “Terkait vaksin, harus jujur kita akui harus lakukan riset terhadap strain baru ini. Apakah masih efektif atau tidak. Namun, kalau efektif, saya kira tetap ada, tetapi seberapa jauh pengaruhnya, itu harus diketahui melalui riset, “ ucap Dicky Budiman kepada Suara.com, (2/3/2021).

    Baca Juga: Satgas Enggan Ungkap Kondisi Dua Pasien Corona Varian Baru B117

    Seperti yang diketahui, virus Covid-19 saat ini mulai banyak melakukan mutasi varian baru seperti yang ditemukan di Inggris, juga Afrika Selatan. Untuk itu, vaksin harus diteliti juga dalam penggunaannya. Untuk itu, Dicky mengatakan jika apapun keadaannya semua harus berbasis data yang dilakukan untuk menentukan langkah selanjutnya.

    Ia mengatakan, sudah sejak lama hal ini diperingatkan, agar bisa menghadapi jika seandainya strain baru virus muncul. Menurutnya, menghadapinya membutuhkan keseriusan, komitmen, konsistensi, 3T, dan isolasi karantina.

    “Yang harus dilakukan untuk menghadapi strain baru virus, serius, komitmen, konsistensi, 3T, isolasi karantina lakukan, jangan hanya wacana, “ ucapnya.

    Ia juga mengatakan, untuk pencegahan penularan, masyarakat bisa menggunakan masker kain dua lapis, tetap menjaga jarak, menjauhi keramaian, dan vaksinasi. Jadi masyarakat juga harus membantu dan mendukung program serta aturan yang berlaku sehingga penularan tidak semakin banyak. Hal ini juga membantu meringankan masyarakat yang rentan terkena virus seperti lansia dan orang-orang dengan penyakit penyerta (komorbiditas).

    Sumber: suara.com

  9. #144
    Moderator cool user penaltev's Avatar
    Join Date
    Mar 2012
    Location
    FXOpen
    Posts
    10,830
    Thanks
    1,458
    Thanked 1,058 Times in 777 Posts

    Default

    Kasus Covid-19 Tinggi, Tangsel Belum Berani Izinkan Sekolah Tatap Muka


    TANGERANG SELATAN, iNews.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim mengimbau, pemerintah daerah dan sekolah mulai menyiapkan segera sekolah tatap muka. Namun Kota Tangerang Selatan (Tangsel) masih belum memberi izin. Juru Bicara Satuan Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Tangsel dr Tulus Muladiyono mengatakan, angka kasus Covid-19 masih tinggi. ADVERTISEMENT BACA JUGA: Muncul Mutasi Baru Covid-19, Pemprov DKI Jakarta Terus Koordinasi dengan Kemenkes "Satu sisi gini, kalau mau melaksanakan konteks itu, kita lihat kondisi untuk penderita Covidnya. Kalau masih cukup tinggi kan tidak bisa," kata Tulus, kepada MNC , di Ciputat, Rabu (3/3/2021). Dia menyebut pemberlakuan sekolah tatap muka di masa pandemi ini tidak mudah. Apalagi, jika ditargetkan harus dibuka semua, pada tahun ajaran baru, di bulan Juni. BACA JUGA: Pasien Sembuh dari Covid-19 Bertambah, Total di DIY Ada 22.475 Orang Menurutnya, yang harus jadi bahan pertimbangan adalah kesanggupan sekolah. Media Lawan Covid-19 : Aman di Rumah "Mendikbud minta membuka layanan sekolah, tapi kan tidak bisa. Karena tidak semua daerah punya fasilitas untuk jaga jarak, bangkunya dan lain-lain. Apakah bisa? Itu butuh tempat atau ruang yang sangat memadai. Tidak asal saja," kata Tulus. Menurutnya, ada beberapa soal yang perlu perhatian serius jika ingin melangsungkan sekolah tatap muka, di masa pandemi ini. Pertama, penerapan protokol kesehatannya (prokes), jaga jarak dan durasi. "Ya, artinya itu bisa dilakukan kalau prokesnya berjalan, sosial discanting tetap dijaga, dan durasi juga harus diperhatikan. Lalu ada penjadwalan sesuai aturan yang berlaku. Awalnya kan Januari mau diterapkan, tapi tetap tidak bisa," ujarnya.

    Sumber: inews.id

Page 10 of 10 FirstFirst ... 678910

Bookmarks

Bookmarks

Posting Permissions

  • You may not post new threads
  • You may not post replies
  • You may not post attachments
  • You may not edit your posts
  •  
Disclaimer
2005-2021 © FXOpen All rights reserved. Various trademarks held by their respective owners.

Risk Warning: Trading on the Forex market involves substantial risks, including complete possible loss of funds and other losses and is not suitable for all members. Clients should make an independent judgment as to whether trading is appropriate for them in the light of their financial condition, investment experience, risk tolerance and other factors.

FXOpen Markets Limited, a company duly registered in Nevis under the company No. C 42235. FXOpen is a member of The Financial Commission.

FXOpen AU Pty Ltd., a company authorised and regulated by the Australian Securities & Investments Commission (ASIC). AFSL 412871ABN 61 143 678 719.

FXOpen Ltd. a company registered in England and Wales under company number 07273392 and is authorised and regulated by the Financial Conduct Authority (previously, the Financial Services Authority) under FCA firm reference number 579202.

FXOpen EU is a trading name of FXOpen EU Ltd. FXOpen EU Ltd is authorized and regulated by the Cyprus Securities and Exchange Commission (CySEC) under license number 194/13.

FXOpen does not provide services for United States residents.

Join us